HomeTeknoInfo Tekno

Saat pandemi, Aplikasi Doa Muslim Alami Lonjakan

Saat pandemi, Aplikasi Doa Muslim Alami Lonjakan

Sebagai negara dengan populasi Muslin terbesar di dunia, Indonesia adalah pasar yang sangat menarik untuk aplikasi Muslim. Pandemi makin mendorong pertumbuhan pengguna, karena para jamaah berada di rumah mereka.

Aplikasi Muslim Life didirikan oleh ustad Tri Wahyudi pada tahun 2019. Aplikasi ini berusaha meningkatkan kemampuan umat dengan konten pendidikan tentang Al-Quran. Wahyudi mengatakan aplikasi ini memiliki lebih dari satu juta pengguna, termasuk 15.000 pelanggan premium. Dalam dua bulan terakhir dengan adanya aturan physical distancing dan bersamaan bulan Ramadhan, jumlah pelanggan telah dua kali lipat.

“Itu adalah saat yang tepat untuk menambahkan lebih banyak fitur seperti pembelajaran video premium,” kata Wahyudi. Dia ingin menjadi yang terdepan untuk konten pendidikan berlangganan tentang Islam.

Umma aplikasi media sosial, telah memilih pendekatan yang berbeda. Visi salah satu pendiri dan CEO Indra Wiralaksmana adalah untuk menciptakan komunitas, di mana fitur dan produk baru dapat ditawarkan dan diuangkan. Didukung oleh CEO Adaro Garibaldi Thohir dan Grup Northstar, umma bertujuan untuk menjangkau 30 juta pengguna pada akhir 2021 dan berekspansi di pasar Asia Tenggara.

Umma telah diunduh lebih dari 8 juta kali sejak awal tahun lalu. Perusahaan mengatakan bahwa sekitar 3 juta penggunanya aktif setiap bulan.

Umma menggunakan Facebook dan Twitter untuk mempromosikan aplikasi. Ini juga membangun hubungan dengan sekolah-sekolah asrama Islam dan mengadakan acara digital dengan mereka. Kehidupan Muslim sebagian besar mengandalkan dari mulut ke mulut dan rujukan, seperti saat salat Jumat di kantor.

Aldi Adrian Hartanto, wakil presiden investasi di MDI Ventures, mengatakan bahwa aplikasi muslim lokal ini membutuhkan banyak pengguna aktif, dan terutama para pembuat opini, untuk membangun komunitas yang dapat menghemat iklan berbayar mereka.

“Aplikasi sosial Muslim hanyalah permulaan. Harus ada solusi satu atap, yang juga menanamkan kegiatan seperti donasi, perjalanan, pembiayaan, dan perdagangan halal, ”kata Hartanto.

Dikutip : kr-asia