Santri Pondok Pesantren Zaha Genggong Raih Prestasi Silver Award TIMO

Pelajar asal Desa Brumbungan Lor Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo tersebut berhasil menyabet Silver Award dalam Thailand International Mathematical Olympiade (TIMO) tingkat SMA yang digelar secara daring.

3.557

KRAKSAAN-ONLINE.ID | PROBOLINGGO, Santri Pondok Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo kembali menorehkan prestasi emas di kompetisi internasional. Kali ini, prestasi membanggakan tersebut ditorehkan oleh Salsabila Meisefiyani (16), pelajar kelas X Madrasah Aliyah (MA) Zainul Hasan Genggong.

Pelajar asal Desa Brumbungan Lor Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo tersebut berhasil menyabet Silver Award dalam Thailand International Mathematical Olympiade (TIMO) tingkat SMA yang digelar secara daring.

Penanggungjawab TIMO MA Zainul Hasan Aninatul Baidiyah menyampaikan olimpiade Matematika yang berpusat di Phuket Thailand itu diikuti oleh ratusan peserta dari 24 negara, salah satunya Indonesia.

“Indonesia mengirimkan sekitar 30 orang delegasi. Alhamdulillah anak didik kami menjadi salah satu dari tiga delegasi dari Indonesia yang mampu menyabet Silver Award,” kata Aninatul.

Menurutnya, kompetisi itu dimulai sejak pertengahan 2020 lalu. Setelah lolos tahap penyisihan, pada 7 November 2020 putri pasangan suami istri (pasutri) M. Agus Priyanto-Luffiah Ulfa itu dinyatakan masuk babak final.

“Finalnya dilaksanakan pada tanggal 3 April 2021. Kemudian pengumuman final tanggal 16 Mei 2021. Karena masih pandemi Covid-19, maka tahapan lomba hingga babak final dilakukan secara online,” ujarnya.

Aninatul menjelaskan, Salsabila sangat bangga bisa kembali mengharumkan nama Kabupaten Probolinggo, terutama Pesantren Zainul Hasan Genggong. Sebelumnya, ia pernah menyabet medali perunggu di ajang yang sama saat masih di tingkat MTs. Zainul Hasan pada bulan April 2019 silam.

“Anaknya memang pendiam, tetapi sejak tingkat sekolah dasar Salsabila ini memang suka Matematika, makanya dia senang sekali dengan capaiannya ini,” terangnya.

Sementara Kepala MA Zainul Hasan Nun Hassan Ahsan Malik mengaku sangat bangga sekaligus kaget dengan pencapaian dara kelahiran Sidoarjo itu. Sebab di sekolah, Salsabila mengambil Program Keagamaan (PK).

“Dia termasuk santri program keagamaan, tetapi ahli dalam Matematika. Sebagai bentuk apresiasi, kami berikan beasiswa full selama satu tahun,” kata Nun Alex, sapaan akrab Nun Hassan Ahsan Malik. (*)

Anda mungkin juga berminat