PPKM Level 4 Dan Level 3 Diperpanjang Sampai 16 Agustus

"Saya ingin menyampaikan pada anda semua, semua kita lelah, bukan hanya petugas, masyarakat pun lelah, oleh karena itu jangan kita sia-siakan kelelahan kita ini karena kita tidak disiplin,"

1.633

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengakui, baik petugas maupun masyarakat saat ini lelah menghadapi pandemi Covid-19. Namun, dia mengingatkan, jangan sia-siakan kelelahan itu dengan tidak lagi disiplin dalam melakukan protokol kesehatan.

Hal ini disampaikan Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers virtual di Jakarta, senin (9/8), “Saya ingin menyampaikan pada anda semua, semua kita lelah, bukan hanya petugas, masyarakat pun lelah, oleh karena itu jangan kita sia-siakan kelelahan kita ini karena kita tidak disiplin,”.

Lebih lanjut Menkomarinves mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, 3 dan 4 di Pulau Jawa dan Bali diperpanjang hingga 16 Agustus 2021 dengan sejumlah penyesuaian.

“Pemerintah mengedepankan masalah kehatian-hatian dengan baik. Jangan sampai perbaikan yang sudah kita capai susah payah kemudian menjadi sia-sia,” ujarnya. Menurutnya, Presiden Jokowi telah memberikan pengawasan dan arahan yang tepat dalam penanganan pandemi.

“Menurut pengalaman saya sebagai perwira TNI, arahan ini membuat keputusan cepat yang tidak dapat dibayangkan orang. Kalau teman-teman melihat ke dalam proses pengambilan keputusan ini bagaimana peran presiden dalam mengarahkan adalah langkah yang patut diapresiasi,” ungkap Luhut.

Sesuai keputusan dalam rapat kabinet, evaluasi untuk PPKM di Jawa Bali dilakukan setiap satu minggu sekali, sementara untuk di luar Jawa Bali akan dilakukan setiap 1x dalam dua minggu.

“Penanganan di luar Jawa Bali tentunya tidak bisa serta merta dibandingkan dengan di Jawa Bali, karena tantangan di sana jauh lebih besar dibanding Jawa Bali contohnya dalam hal dukungan infrastruktur kesehatan. Pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengendalikan pandemi di seluruh Indonesia,” tambahnya seperti dilansir dari Antara.

Luhut menjelaskan struktur penanganan pandemi saat ini sudah sangat baik.

“Karena presiden yang menjadi panglima paling tinggi dalam penanganan pandemi ini kemudian menko perekonomian dan saya sebagai komando-komando wilayah atau lapangan seperti organisasi militer juga. Tidak mungkin satu komando untuk semua itu, melihat luas rentang kendalinya karena itu keputusan untuk menunjuk menko perekonomian untuk menangani luar Jawa Bali dan saya menangani Jawa Bali menurut saya sudah keputusan yang paling tepat,” terangnya.

Sekali lagi, Luhut mengungkapkan, tentunya pemerintah tidak bisa bergerak sendirian tanpa keterlibatan peran serta dan juga kesadaran masyarakat.

“Masyarakat hari ini diharapkan memiliki kesadaran tinggi untuk berperan penuh dalam terus menjaga protokol kesehatan utamanya dalam melakukan penggunaan masker, agar kita semua dapat segera keluar dari badai pandemi ini,” ungkapnya.

Kepatuhan menggunakan masker, menurut data yang dimiliki Luhut, telah mencapai 82 persen, meningkat 5 persen dibandingkan Februari-Maret 2021.

Selanjutnya dalam hal peningkatan jumlah testing dan “tracing”, jumlah spesimen dan orang yang dites meningkat sangat signifikan hingga 3 kali lipat sejak Mei 2021. Selain itu dari sisi “tracing”, keterlibatan dari TNI dan Polri, mampu meningkatkan jumlah kontak erat yang berhasil “ditracing”.

“Dalam penerapan PPKM Level 4 dan Level 3 yang kami lakukan tanggal 10 sampai 16 agustus 2021 terdapat 26 kota/kabupaten yang turun dari level 4 ke level 3 hal ini menunjukan perbaikan kondisi di lapangan yang cukup signifikan, evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu kebelakang sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian,” papar Luhut lebih lanjut.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan terdapat beberapa penyesuaian pada PPKM level 4, salah satunya tempat ibadah diperbolehkan dibuka dengan kapasitas 25 persen.

“Dalam perpanjangan mulai 10 Agustus kabupaten di wilayah level 4 dapat melakukan ibadah dengan kapasitas maksimum 25% atau maksimal 20 orang,” katanya Senin (9/8).

Dalam konferensi ini Luhut juga menyampaikan “Pemerintah akan melakukan uji coba pembukaan secara gradual untuk mall, pusat perbelanjaan di wilayah dengan level 4 dengan memperhatikan implementasi prokes,”.

“Anak di bawah umur 12 tahun dan di atas 70 akan dilarang untuk masuk ke dalam mall pusat perbelanjaan sementara ini,” katanya saat jumpa pers virtualnya, Senin (9/8).

Dia menambahkan, kepada masyarakat di luar dua kelompok tersebut dibolehkan masuk mall dan pusat perbelanjaan hanya dengan satu syarat yakni sudah divaksinasi Covid-19.

“Hanya mereka yang sudah divaksinasi, saya ulangi, hanya mereka yang sudah divaksinasi dapat masuk ke mall dan harus menggunakan aplikasi pedulilindungi,” jelasnya.

Luhut mengingatkan, pembukaan secara bertahap mall dan pusat perbelanjaan di masa PPKM Level 4 bersifat uji coba selama perpanjangan hingga 16 Agustus 2021. Pemerintah pun baru membolehkan 4 kota besar di Jawa-Bali yang melakukan pembukaan mall dan pusat perbelanjaan, seperti di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya.

Dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden

Anda mungkin juga berminat