Mengaku Mampu Menggandakan Uang , Paranomal Gadungan Di Cokot Polisi

1.268

 

LECES, KRAKSAAN ONLINE – Seorang yang mengaku paranormal mampu mengandakan uang di Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, ditangkap Tim Gabungan Polsek Leces Polres Probolinggo bersama Resmob Polres Grobogan Jawa Tengah.

Pelaku penggandaan uang itu adalah Sudirman (47), Ia diduga melakukan aksi penipuan dengan iming-iming bisa menggandakan uang. Dia ditangkap di jalan Raya Jorongan, Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Penangkapan itu dilakukan pada Minggu (28/3 ) sekira pukul 06.00 WIB.

Kapolsek Leces, AKP Ahmad Gandi melalui Kanit Reskim, Aipda Eko Aprianto, mengatakan, pelaku yang ditangkap berdasarkan laporan korban atas nama Siti Mukasanah (41) warga Desa Karanglangu Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

Kronologi tindak kejahatan penipuan awal mula ada 4 orang laki laki mendatangi pondok pesantren milik korban. Keempat orang tersebut menawarkan suatu kegiatan penggandaan uang kepada korban dengan berbagai tipu daya.

“Keempat orang tersebut menjelaskan bahwa ada seorang sesepuh yang mempunyai kelebihan ilmu bisa menggandakan uang,” papar Apri.

Setelah korban mempercayai tipu daya dari keempat pelaku, maka korban merespon dan berminat untuk menggandakan uangnya.

Sehingga, para pelaku mejelaskan jika akan datang sesepuh dimaksud dan korban di minta agar menyiapkan uang Rp. 555.000.000. Pada hari itu juga, sekitar jam 16.00 WIB, datanglah sesepuh dimaksud adalah Sudirman

“Kemudian uang tersebut di serahkan kepada Sudirman dan dimasukkan kedalam sebuah kresek. Mulai jam 18.00 hingga jam 22.00 WIB, Pelaku membacakan mantra. Kemudian pada pukul 23.00 WIB, sesepuh tersebut mengajak suami korban untuk berziarah ke makam Sunan Ampel Surabaya sambil membawa uang tersebut, sedangkan empat pelaku tetap berada di rumah korban,” imbuhnya.

Ketika telah sampai di makam Sunan Ampel, suami korban ditinggalkan di makam, sedangkan sesepuh tersebut menghilang bersama dengan uang yang di bawa.

Selanjutnya, suami korban menelpon korban memberitahukan perihal tersebut dan ternyata keempat pelaku juga telah menghilang.

“Korban dan suami korban baru menyadari jika mereka telah menjadi korban penipuan. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 555 juta,” pungkasnya.(*)

Anda mungkin juga berminat