Kronologi Pembunuhan Janda Di Asembagus Kabupaten Probolinggo

18.147

 

PAJARAKAN, KRAKSAAN ONLINE – Pelaku pembunuhan terhadap perempuan bernama Juwariyah alias JH (48) asal Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo berhasil diamankan oleh Polres Probolinggo, Sabtu (17/4/2021) sekitar pukul 18.00 WIB.

Ia adalah Muhammad Anwar (43) asal Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Dari hasil penyidikan terungkap bahwa pelaku tega menghabisi korban karena gagal dalam upayanya menggandakan uang milik JH.

Seperti diketahui JH ditemukan meninggal pada Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 23.00 WIB. Polisi tidak hanya mengamankan pelaku saja, tetapi juga uang sebesar Rp 104 juta dan ponsel korban yang dibawa pelaku. Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya, salah satunya sprei di kamar korban.

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan mengungkapkan motif dari pembunuhan tersebut dikarenakan Muhamad Anwar terdesak lantaran gagal menggandakan uang milik korban senilai Rp 100 juta. Oleh karena itu pihaknya juga masih mendalami motif lainnya.

Menurut Ferdy, pelaku sebelumnya sering datang ke Desa Asembagus untuk ziarah ke makam setempat. Setelah ziarah pelaku masih nongkrong di warung milik Bu Aswar. Sementara korban juga sering datang ke warung tersebut untuk menagih arisan. “Di warung itulah mereka akhirnya saling kenal,” katanya ketika pres rilis di halaman Mapolres Probolinggo bersama sejumlah awak media, Selasa (20/4/2021) siang.

Seiring berjalannya waktu mereka pun berkenalan semakin akrab. JH pun bercerita kalau dirinya saat itu sedang pusing karena harus mengganti uang tabungan yang banyak dipinjam orang lain dan masih belum ada yang mau bayar.

Dari percakapan itu, Anwar menceritakan kepada JH bahwa ia merupakan seorang guru agama dan paranormal yang bisa mengobati segala macam penyakit. Bahkan, pelaku juga mengaku bisa menggandakan uang. “Dari cerita itu akhirnya korban tertarik,” jelas Kapolres.

Oleh karena itulah korban mengumpulkan uang dengan harapan bisa digandakan oleh pelaku. Total ada Rp 100 juta uang yang terkumpul dari menjual perhiasan dan juga meminjam. Selanjutnya, korban berkomunikasi dengan pelaku agar uangnya digandakan.

Untuk menyerahkan uang tersebut, mereka pun bertemu yang berlangsung di kamar rumah korban. Saat berada di dalam kamar, Anwar membaca mantra dan upaya praktik menggandakan uang. Namun uang tersebut tidak berhasil digandakan. “Bahkan hingga berulang kali tetap tidak berhasil,” terangnya.

Karena gagal terus akhirnya pelaku berpamitan pulang. Akan tetapi korban mencegat pelaku dan mengancam akan berteriak jika pelaku tidak bisa menggandakan uangnya.

Anwar pun panik dan terdesak dengan ancaman teriakan JH. Hingga akhirnya sang guru agama itu langsung membunuh korban dengan menggunakan kerudung, lalu memukul korban hingga tewas.

Setelah JH tak bernyawa, pelaku kemudian menggasak uang beserta ponsel korban untuk menghilakan jejak. Tetapi usaha itu gagal, sebab Polres Probolinggo berhasil mengungkap pelaku dan menangkapnya di Desa Jabungsisir Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku bakal dijerat dengan pasal 338 jo 365 ayat 1, ayat 2 ke 1e, ayat 3 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (*)

Anda mungkin juga berminat