ASN Cabul dituntut 12 tahun, Denda 500 Juta

728

 

KRAKSAAN-ONLINE.ID | PROBOLINGGO, Kasus persetebuhan di desa Pandansari Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo mulai memasuki tahap akhir. Ya, terdakwa Sudarsono dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kemarin (6/7).

Tidak hanya dituntut 12 tahun penjara, Sudarsono, ASN Kecamatan Sumber itu juga dituntut membayar denda sebesar setengah miliar rupiah.

Seperti sidang sebelumnya, kemarin sidang perkara asusila itu digelar secara tertutup. Dalam ruangan sidang Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, hanya ada majelis hakim, JPU dan Mustadji selaku Penasehat Hukum (PH) terdakwa Sudarsono.

Daniar, JPU kasus itu mengatakan, sidang agenda pembacaan tuntutan sudah digelar. Dalam tuntutannya, pihaknya menuntut terdakwa dengan ancaman hukuman selama 12 tahun penjara. Selain itu, terdakwa dituntut membayar dendan sebesar setengah miliar (Rp 500 juta), dengan subsidair 6 bulan kurungan.

”Tuntutan sudah kami bacakan dalam pesidangan. Terdakwa dituntut dengan hukuman selama 12 tahun penjara,” katanya kemarin.

Dalam tuntutan itu dikatakan Daniar, pihaknya menilai terdakwa Sudarsono terbukti secaraa sah dan meyakinkan melanggar Pasal 81 ayat 1 jo 76 huruf D, undang-undang perlindungan anak.

Sebelumnya, sorang siswi SMP berusia 14 tahun, dihamili oleh S, aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Probolinggo. Ia menggagahi Mawar (bukan nama sebenarnya) hingga hamil. Pelaku masih merupakan pakde dari korban. (Tus)

Anda mungkin juga berminat