Kota Probolinggo Laksanakan Vaksinasi Bagi Remaja

1.578

Pemerintah Kota Probolinggo mulai laksanakan vaksinasi untuk remaja usia 12-17 tahun. Bertempat di SMK Negeri 1, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin memantau pelaksanaan vaksinasi untuk remaja dengan target 1000 siswa, Rabu (4/8). Kegiatan vaksinasi untuk remaja dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan P2KB selama 2 hari tanggal 4-5 Agustus 2021 melibatkan sekolah terkait untuk mengatur pembagian jadwal dan tempat agar tidak terjadi penumpukan dan kerumunan.

Habib Hadi dalam kunjungannya menyempatkan bertanya pada salah satu siswa. “Dengan adanya vaksin ini, apa takut atau bagaimana ?”. “Walaupun sudah divaksin harus tetap memakai masker dan menjaga protokol kesehatan. Jika sudah berangsur landai kasus covid-19 ini dan telah divaksin semua, maka perlahan-lahan bisa dimulai untuk sekolah dengan tatap muka kembali secara bertahap pelan-pelan,” sambung Walikota Probolinggo.

Habib Hadi meminta kepada Dinas Kesehatan ketika ada dropping vaksin untuk pelajar maka segera dilakukan. Semua pelajar baik di tingkat SMP dan SMA nantinya akan divaksinasi secara bergilir.

“Jangan ada kekhawatiran dan ketakutan karena semua dijamin keamanannya. Insyaallah ini adalah upaya kita berikhtiar meningkatkan imun kita dalam menghadapi pandemi covid-19,” tutup Habib Hadi.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan P2KB Setiorini Sayekti ketika dikonfirmasi menjelaskan sasaran vaksinasi untuk usia 12 sampai dengan 17 tahun di Kota Probolinggo berjumlah sekitar 22.900 remaja. Pelaksanaan vaksinasi untuk remaja ini akan dilakukan secara bertahap sehingga sesuai dengan target dari pemerintah pusat bahwa vaksinasi untuk seluruh penduduk di Indonesia yang ditargetkan 70-80 persen untuk herd imunity sampai dengan 31 Desember 2021.

“Alokasi dropping vaksin di Kota Probolinggo akan menyesuaikan dengan alokasi dropping yang dikirim oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, sehingga semuanya berjalan pararel. Ketika mengerjakan yang remaja maka vaksin untuk usia 18 tahun ke atas tetap akan berjalan. Maka untuk program pertama yang berjalan selama 2 hari ini dengan sasaran siswa di SMKN 1 sejumlah 1000 remaja. Nantinya akan ada program berikutnya yang akan menyasar ke sekolah-sekolah lainnya termasuk SMP yang masuk di rentang usia 12-17 tahun,” terangnya.

Kegiatan ini dilakukan terpusat di sekolah walaupun kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring,  komunikasi tetap berjalan sehingga kegiatan vaksinasi dapat dilaksanakan. Selain itu tata pelaksanaan pemberian vaksinasi untuk remaja tidak berbeda dengan umum hanya saja tetap membutuhkan persetujuan dari orang tua siswa.

“Tata laksana pemberian vaksin sama dan tidak jauh berbeda, namun membutuhkan persetujuan dari orang tua siswa melalui google form yang dikoordinir oleh sekolah. Sehingga ketika anak-anak ini divaksinasi, orang tua juga memahami manfaat dari vaksinasi. Bahkan sebelum divaksinasi para siswa dibekali materi atau informasi tentang manfaat vaksin dan keharusan dalam menjaga protokol kesehatan. Sehingga mereka paham apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah divaksin,” papar Plt Kepala Dinas Kesehatan P2KB Setiorini Sayekti.

“Wali kota Probolinggo terus membangun komunikasi dengan Gubernur Jatim dan pemerintah pusat agar target pemerintah kota untuk herd imunity dapat segera tercapai. Kami tidak hanya diam menunggu saja, namun juga berupaya mempercepat datangnya dropping vaksin serta berjejaring dengan faskes-faskes sehingga ketika dropping datang dengan jumlah banyak maka seluruh faskes ini dapat bekerja sama melaksanakan vaksin,” jelas Setiorini lebih lanjut.

Dikutip dari Laman : Pemkot Probolinggo

Anda mungkin juga berminat