HomePeristiwa

Iseng Upload Satwa Dilindungi Di Medsos, Pria Ini Berurusan Dengan Pihak Berwajib

Iseng Upload Satwa Dilindungi Di Medsos, Pria Ini Berurusan Dengan Pihak Berwajib

INFO PROBOLINGGO – lantaran niat iseng untuk menarik perhatian netizen pada akun media sosial Facebook dengan mengunggah foto dirinya bersama seekor satwa liar dilindungi, seorang nelayan perahu asal Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan harus berurusan dengan aparat TNI.

Pada postingannya tertanggal 15 Juni 2020 itu, pria berinisial A ini terlihat sedang berpose dengan menggendong seekor satwa liar yang diduga penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dari atas perahunya pada malam hari. Tidak hanya berfoto ria, penyu tersebut sebelumnya juga dipaksa untuk mengenakan kaos oblong.

Dilihat dari jumlah tanggapan, postingan ini cukup sukses memancing perhatian netizen, tak terkecuali para pemerhati lingkungan dan satwa liar yang kemudian berinisiatif melaporkan perbuatan yang dinilai membahyakan satwa penjelajah samudra ini kepada aparat terkait.

Berdasarkan laporan masyarakat dan bukti screen shot postingan itu, salah satu anggota Koramil 0820/12 Kraksaan melakukan koordinasi bersama aparatur desa Kalibuntu (21/06). Nelayan perahu tersebut akhirnya dipanggil untuk diberikan pembinaan dan peringatan keras dengan surat pernyataan, dan kemudian menghapus postingan yang dinilai tidak mendidik tersebut.

Dari proses pembinaan, diketahui bahwa si A melakukannya atas dasar iseng dan tidak berniat sedikitpun menyakiti penyu sisik tersebut. Diakuinya setelah berfoto ria penyu tersebut dilepaskan kembali, si A juga mengaku tidak mengetahui kalau penyu yang tersangkut jaringnya ini termasuk satwa liar yang dilindungi negara.

“Sebagai aparat yang terkait, kami juga dituntut aktif dalam memberikan edukasi, himbauan dan pencegahan terhadap tindakan – tindakan yang mengancam keberadaan satwa liar terutama yang dilindungi. Fungsi perlindungan ini tentunya harus bersinergi bersama masyarakat,” kata Danramil 0820/12 Kraksaan Kapten Inf Matali, saat ditemui Selasa (23/6/2020) siang.

Matali menegaskan, keberadaan satwa liar dilindungi dan lingkungan lestari adalah salah satu kekayaan negara dan merupakan salah satu ranah tugas bagi TNI untuk melindunginya. Keberadaannya di habitatnya kata Matali, sangat penting sebagai penyeimbang ekosistem alam.

“Sementara ini pelaku kita berikan peringatan, pemahaman, dan pembinaan, selama bisa dikendalikan dan bisa diarahkan dengan baik maka tidak perlu sampai ke ranah hukum. Yang bersangkutan sudah kami bina dengan surat pernyataan sebagai efek jera agar tidak mengulanginya,” tandasnya.

Sementara ketua komunitas Pelindung Rimba dan Satwa Liar Indonesia (PERISAI) Zainal Abidin Fadila mengatakan, Penyu merupakan satwa dilindungi dan diatur dalam perundangan dan peraturan pemerintah yaitu UU No.5/1990 dan PP No.7/1999. Sementara Badan konservasi dunia (IUCN) juga memasukkan penyu sisik, dan penyu belimbing, sebagai satwa yang sangat terancam punah (critically endangered).

“Kami sangat menyayangkan hal ini, terlihat jelas bahwa penyu tersebut sangat ketakutan karena diperlakukan tidak semena – mena. Bisa jadi hal ini karena ketidaktahuan dan minimnya sosialisasi dan edukasi dari instansi terkait kepada para nelayan dan masyarakat tentang hewan laut yang dilindungi undang-undang,”

Zainal menerangkan Penyu merupakan satwa dilindungi dan diatur dalam perundangan dan peraturan pemerintah yaitu UU No.5/1990 dan PP No.7/1999. Sementara Badan konservasi dunia (IUCN) juga memasukkan penyu sisik, dan penyu belimbing, sebagai satwa yang sangat terancam punah (critically endangered).

“jika hanya ingin eksis di media sosial unggahlah hal – hal yang baik bagi alam, jika penyu itu tersangkut jaring langsung saja lepaskan tanpa harus menyiksanya. Penyu termasuk satwa yang rentan dan ini bisa membahayakannya,” pungkasnya.(Tris/pemkab)