HomePeristiwa

Ini Tanggapan dr. Asjroel Sakri Tentang Isu Penutupan IGD Di RSUD Waluyo Jati

Ini Tanggapan dr. Asjroel Sakri Tentang Isu Penutupan IGD Di RSUD Waluyo Jati

KRAKSAAN – Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dikabarkan ditutup. Penutupan itu dilakukan, lantaran diduga banyak tenaga medis yang terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Kabar ini berhembus sejak Sabtu (18/4/2020) malam. Tak hanya di media sosial fabebook (FB), kabar ditutupnya IGD milik pemerintah daerah itu juga masif melalui pesan berantai WhatsAap (WA).

Menanggapi hal itu, Sekretaris RSUD Waluyo Jati Kraksaan, dr. Asjroel Sakri menyebut kabar tersebut tidak benar. Menurutnya, hingga saat ini ruang IGD masih tetap beroperasi dan bisa menerima pasien seperti biasanya.

“Tidak ada ceritanya rumah sakit daerah tutup. Sampai saat ini masih tetap menerima pasien. Hanya saja, jumlah kunjungan saja yang dibatasi satu orang saja, itupun menunggu diluar,” kata dr. Asjroel, Minggu (19/4/2020).

Sejak salah satu warga Kecamatan Kraksaan dinyatakan positif Covid-19, lanjut dia, di RSUD Waluyo Jati hanya dilakukan penyemprotan desinfektan di setiap ruangan. Hal itu, papar dr. Asjroel, sebagai bentuk antisipasi.

“Selama ruangan disemprot desinfektan, pasien dipindah ke ruangan yang tidak berbau desinfektan. Bukan dipindahkan ke luar rumah sakit. Juga perlu saya tegaskan, tidak ada petugas yang diisolasi,” tuturnya saat melalui sambungan seluler.

Dengan merebaknya Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, ia mengimbau, agar masyarakat tak meremehkan apa yang sudah menjadi anjuran Pemerintah. Ia juga meminta masyarakat tidak meremehkan kebijakan pemerintah, yang dibuat demi keselamatan bersama.

“Saat ini, kita seperti berperang melawan Covid-19. Senjatanya, sering cuci tangan atau pola hidup bersih, pakai masker setiap bepergian dan stay di rumah, kalau tidak memiliki kepentingan mendesak,” ujarnya.

Hingga kini, jumlah pasien positif corona di Kabupaten Probolinggo sebanyak 16 orang. Pasien baru tercatat satu orang yang terdeteksi sebagai warga Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan. (*)