Facebook Bangun Infrastruktur Internet di Asia Tenggara

262

Facebook berencana bangun dua kabel bawah laut baru dengan mitranya untuk menghubungkan Indonesia, Singapura, dan Amerika Serikat serta meningkatkan kapasitas internet di Asia Tenggara.

Jejaring sosial itu akan bekerja sama dengan Google dan Perusahan Telko asal Indonesia XL Axiata yang tergabung pada ECHO, sebuah kabel yang diharapkan selesai pada akhir 2023. Selain itu Facebook juga bekerja sama dengan Telin, anak perusahaan PT Telkom Indonesia, dan konglomerat Singapura Keppel untuk pengembangan yang terpisah, yang diberi bernama Bifrost, yang akan diselesaikan pada tahun 2024.

Seorang juru bicara Facebook, yang mengonfirmasi rencana tersebut ke KrASIA, mengatakan bahwa perusahaan bekerja dengan berbagai mitra Indonesia dan global “untuk memastikan semua orang mendapat manfaat dari pengembangan infrastruktur berskala dan transfer teknologi.” Echo dan Bifrost akan menjadi kabel transpacific pertama melalui rute baru yang beragam melintasi Laut Jawa dan akan meningkatkan kapasitas transpacific secara keseluruhan sebesar 70%, kata perusahaan itu.

“Proyek-proyek ini akan bermanfaat bagi masyarakat di seluruh kawasan dan mendukung ambisi Indonesia menjadi penghubung digital baru,” tambah juru bicara tersebut. “Ketika selesai, kabel akan memberikan kapasitas internet yang sangat dibutuhkan, redundansi, dan keandalan di seluruh Indonesia, dan mendukung pertumbuhan lebih lanjut dari 4G, 5G, dan akses broadband untuk masyarakat dan bisnis.”

Facebook adalah platform media sosial yang paling banyak digunakan di Asia Tenggara. Ini memiliki sekitar 241 juta pengguna di wilayah tersebut, atau sekitar 60% dari 400 juta orang Asia Tenggara yang online. Perusahaan telah melakukan investasi signifikan untuk memikat lebih banyak pengguna ke platformnya, termasuk Instagram dan WhatsApp.

Pada September 2018, perusahaan mengumumkan akan membangun pusat data di Singapura dengan biaya sekitar USD 1 miliar, yang pertama di Asia. Fasilitas tersebut diharapkan dibuka tahun depan dan dirancang untuk menjadi “salah satu yang paling maju dan hemat energi di dunia,” kata perusahaan itu.

Dikutip dari : KR-ASIA

Anda mungkin juga berminat