Tahap I Pengusulan BPUM, 5.302 Pelaku Usaha Mikro Sudah Terdaftar

Jumlah pendaftar BPUM tahap I yang sudah terentry di Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah RI mencapai 5.302 pelaku usaha mikro.

3.906

 

KRAKSAAN-ONLINE.ID | PROBOLINGGO, Minat para pelaku usaha mikro di Kabupaten Probolinggo untuk mendapatkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 sangat tinggi. Sejak dibuka tanggal 20 hingga 28 April 2021, jumlah pendaftar BPUM tahap I yang sudah terentry di Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah RI mencapai 5.302 pelaku usaha mikro.

“Saat ini para pelaku usaha mikro tersebut sedang dilakukan verifikasi oleh Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah RI. Jika nanti dinilai layak, maka pelaku usaha mikro tersebut akan mendapatkan alokasi BPUM yang langsung ditransfer oleh BRI ke rekening masing-masing sebesar Rp 1,2 juta,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto.

Menurut Anung, pengusulan BPUM tahun ini berbeda dari tahun 2020. Pasalnya untuk tahun ini semua dilakukan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo sehingga lebih rinci dan lebih berat.

“Kalau proses pengusulan BPUM sudah dikoordinir oleh Kasi Ekonomi masing-masing kecamatan. Semua ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Setelah usulan penerima BPUM diterima oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo jelas Anung, selanjutnya dilakukan verifikasi dan entry data oleh petugas sejumlah 5 (lima) orang. Untuk petugas entry data ini sudah ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Nomor 518/23/426.110/2021 Tentang Penunjukan Petugas Entry Data Pengusulan Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Tahun 2021.

“Dalam hal ini, tugas kami hanya sebatas mengusulkan calon penerima BPUM saja. Sementara yang menentukan lolos dan tidaknya adalah Kementerian Koperasi dan UKM RI,” ungkapnya.

Anung menerangkan untuk proses persyaratan pengusulan calon penerima BPUM ini sama dengan tahun sebelumnya. Hanya saja untuk tahun ini harus membuktikan usahanya melalui foto, surat keterangan usaha serta Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dilakukan terintegrasi secara elektronik melalui Sistem Online Single Submission (OSS).

“Kendalanya, mengurus persyaratan itu yang penting adalah KTP elektronik. Sementara waktu pengusulan masih ada yang menggunakan KTP lama, bahkan memakai Surat Keterangan Domilisi. Kalau sudah begini, tentu kami tolak karena sudah tidak sesuai dengan persyaratan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Dengan adanya BPUM ini Anung ke depannya mengharapkan agar dana yang diterima bisa dimanfaatkanuntuk membantu permodalan usaha di masa pandemi Covid-19. “Memang nominalnya hanya Rp 1,2 juta. Tetapi paling tidak BPUM ini bisa dijadikan untuk tambahan modal. Oleh karena itu bagi penerima diharapkan agar tidak konsumtif ketika sudah menerima dana BPUM,” pungkasnya. (*)

Anda mungkin juga berminat