Stok Ketersediaan Bahan dan Keperluan Lebaran di Kota Probolinggo Dinyatakan Aman

Memasuki hari ke-18 Ramadan 1442 H Jumat (30/4), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Probolinggo melakukan insepeksi mendadak (sidak) pada sejumlah lokasi guna mengetahui ketersediaan bahan untuk keperluan lebaran.

698

 

KRAKSAAN-ONLINE.ID | PROBOLINGGO, Memasuki hari ke-18 Ramadan 1442 H Jumat (30/4), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Probolinggo melakukan insepeksi mendadak (sidak) pada sejumlah lokasi guna mengetahui ketersediaan bahan untuk keperluan lebaran.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Setiorini Sayekti yang memimpin sidak menyebut, selain bertujuan untuk mengecek ketersediaan pangan menjelang lebaran, juga untuk memantau kelancaran distribusi sekaligus memantau keterjangkauan harga sebagai upaya stabilisasi harga dan membangun komunikasi yang efektif.

“Komunikasi efektif ini dalam artian, bahwa ketika terjadi kekurangan persediaan, ini dikomunikasikan dengan pihak lain yang bisa mensuplai. Pihak lain ini bisa dari daerah lain atau misal seperti Bulog yang memiliki jaringan atau akses,” terangnya didampingi Kepala DKUPP Fitriawati.

Upaya ini, lanjutnya, dilakukan dengan memperkuat empat pilar strategi yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif (4K) di masa pandemi Covid-19, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Lokasi pertama yang dikunjungi tim, yang terdiri dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP), Satgas Pangan, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Bulog, adalah Pasar Baru. Disana, Asekbang Rini memantau harga dan stok ketersediaan daging sapi, telur, cabai rawit, bawang merah, bawang putih dan sejumlah sembako.

Dari lokasi ini diketahui, harga daging sapi relatif tetap di kisaran Rp 110 ribu per kg dan stok aman. Harga beras dengan kualitas premium, turun di kisaran angka Rp 1000 per kg di tingkat agen distributor, termasuk daging ayam broiler yang turun harga di angka Rp 35 ribu per kg setelah sebelumnya sempat bertahan di angka Rp 40 ribu.

Sementara itu harga bawang merah, cabai rawit, cabai merah besar dan telur ayam broiler mengalami penurunan. Hal itu berbanding terbalik dengan harga bawang putih yang justru mengalami kenaikan harga, pada dua minggu terakhir menjelang hari raya Idul Fitri.

Dari lokasi pertama, tim lalu bergerak ke gudang Bulog sub Divre VIII di kawasan Belokan, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran. Sejumlah 3.200 ton beras siap memenuhi stok kebutuhan masyarakat di tiga wilayah kewenangan Bulog, yakni Kota/Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang hingga setaun ke depan.

Bergeser ke lokasi ketiga, yakni peternakan ayam di Sumbertaman. Dari pemilik peternakan ayam terbesar di Kota Probolinggo Edi Santoso, diperoleh keterangan bahwa harga ayam broiler hidup dijual Rp 22 ribu per ekor. Ketersediaan stok ayam sekira 25 ton ini, ungkapnya, melimpah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lebaran nanti.

Dan terakhir di gudang beras di Jalan Mastrip. Di lokasi inipun, stok beras dinilai sangat cukup untuk mengcover kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.

“Dari hasil sidak ini Alhamdulillah tidak ada temuan, situasinya juga kondusif. Harga-harga masih relatif stabil, meski demikian tetep harus diperhatikan utamanya pada malam-malam likuran dimana masyarakat biasanya ada tradisi selametan, biasanya harga-harga berfluktuasi, ” Asisten Rini.

Ketersediaan stok bahan pangan dan sembako yang ada di Kota Probolinggo saat ini yang dirasa masih cukup dan belum ada tanda-tanda akan terjadi kenaikan harga. Rini menambahkan, menjadi satu hal yang cukup melegakan bagi masyarakat karena seperti yang diketahui biasanya terjadi lonjakan harga bahan jelang lebaran.

Ditemui usai acara, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Heri Astuti ditemani anggota TPID mengimbau seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi memastikan tidak ada oknum penjual bahan pangan yang memiliki kualitas dibawah standar atau tidak layak konsumsi.

Ia menegaskan, Pemkot dan satgas pangan akan terus melakukan operasi atau sidak di pasar guna menanggulangi upaya oknum penjual yang memanfaatkan momen menjelang lebaran.

Sebagai salah satu upaya untuk menekan lonjakan harga di setiap pasar dalam waktu dekat, Pemkot akan membuka kegiatan pasar murah dengan menjual paket sembako murah. (Sonea)

Anda mungkin juga berminat