HomeKesehatan

DPKH Lakukan Pemantauan, Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Kurban

DPKH Lakukan Pemantauan, Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Kurban

KRAKSAAN ONLINE – Untuk menjamin kesehatan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah, tim Pengawas Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo melakukan serangkaian inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau dan mengawasi hewan kurban.

Tidak hanya berkonsentrasi pada lapak-lapak ternak, proses penyembelihan pun tak luput dari pengawasan mereka. Salah satunya adalah pada proses pelaksanaan penyembelihan hewan kurban hari pertama pada lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Jum’at (31/7/2020) pagi.

Diketahui bahwa khusus hari ini, panitia kurban setempat hanya akan melaksanakan pemotongan hewan kurban berupa kambing dan domba sebanyak 22 ekor. Sedangkan untuk 27 ekor hewan kurban berupa sapi baru akan dilaksanakan pemotongannya pada Sabtu (1/8/2020).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran DPKH Kabupaten Probolinggo drh. Yukti Widiatmaningsih menjelaskan ada dua jenis pengawasan yang rutin dilakukan setiap hari raya Idul Adha. Yakni, pemeriksaan antemorthem atau pemeriksaan kesehatan sebelum proses pemotongan dan setelah pemotongan untuk melihat kualitas kelayakan daging dan organ dalam atau post morthem sebelum dikonsumsi masyarakat.

Ia juga menuturkan, pada masa pandemi COVID-19 ini, pihaknya juga juga melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan pada seluruh pihak terkait pelaksanaan pemotongan hewan kurban ini.

“Kegiatan ini tidak hanya untuk memastikan kualitas secara fisik hewan kurban, tetapi juga kualitas daging yang akan dikonsumsi harus memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal),” jelas Yukti Widiatmaningsih disela-sela pengecekan hewan kurban.

Ia juga menuturkan, selama masa pandemi COVID-19, petugas tidak hanya melakukan pemantauan kesehatan kewan kurban, tetapi juga melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan. Penggunaan alat pelindung diri wajib untuk penjual, pembeli dan petugas pemotongan, minimal pemakaian masker dan menjaga jarak aman.

“Hari ini kami memastikan kesehatan ternak melalui pemeriksaan sampling postmortem pada organ hati. Alhamdulillah dalam kondisi bagus dan tidak mengandung cacing pita, sehingga daging hewan kurban yang dipotong hari ini oleh Pondok Pesantren Hati layak untuk dikonsumsi masyarakat,” tandasnya. (*)