Twitter Bermitra Dengan Reuters Dan Associated Press Perangi Hoax

1,667

Twitter Inc akan bermitra dengan Associated Press dan Reuters untuk lebih cepat memberikan informasi yang kredibel di situs jejaring sosialnya sebagai bagian dari upaya memerangi penyebaran informasi yang salah, seperti dikutip dari laporan Reuters pada Selasa (3/8).

Perusahaan yang berbasis di San Francisco telah berada dalam tekanan untuk menghapus informasi yang menyesatkan atau palsu di situsnya.

Awal tahun ini Twitter meluncurkan program yang disebut Birdwatch, meminta penggunanya untuk membantu mengidentifikasi dan memeriksa fakta tweet yang salah.

Juru bicara Twitter mengatakan kerja sama ini merupakan pertama kali yang dilakukan Twitter bersama pers untuk meningkatkan keakuratan informasi di platform-nya. Rencananya, Twitter akan bekerja secara terpisah dengan Reuters dan AP serta jaringan berita, tidak akan berinteraksi satu sama lain.

Twitter mengatakan akan berkolaborasi dengan kantor berita untuk bantu memberikan konteks yang akurat pada topik yang sedang tren atau paling banyak menarik minat pengguna.

“Kepercayaan, akurasi, dan netral adalah inti dari apa yang dilakukan Reuters setiap hari. Nilai-nilai itu juga mendorong komitmen kami untuk menghentikan penyebaran informasi yang salah,” kata kepala berita global User-generated Content (UGC) Reuters Hazel Baker dalam sebuah pernyataan.

“Kami sangat senang memanfaatkan skala dan kecepatan AP untuk menambahkan konteks ke percakapan daring, yang dapat memanfaatkan akses mudah ke fakta,” ujar wakil presiden pengembangan bisnis global AP Tom Januszewski.

Dikutip dari ReutersReuters

Anda mungkin juga berminat