Polda Jatim Tangkap Penyebar Ujaran Kebencian

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko bersama Wadirreskrimsus AKBP Zulham Effendy saat merilis kasus ujaran kebencian

1.283

 

KRAKSAAN-ONLINE.ID | SURABAYA, Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim dibantu Satreskrim Polres Bangkalan menangkap warga Bangkalan berinisial UF, pelaku ujaran kebencian. UF diketahui mengajak masyarakat untuk melawan upaya pemerintah menangani Covid-19 saat penyekatan di Suramadu.

“Pelaku UF yang sehari-harinya bekerja di ekspedisi di daerah Kenjeran, Surabaya menyebarkan ujaran kebencian di media sosial WhatsApp pada tanggal 22 Juni 2021,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kamis (24/6/2021).

Dalam postingannya, UF mengajak untuk melakukan pengerusakan tenda di pos penyekatan yang ada di Jembatan Suramadu. Setelah diperiksa, lanjut Gatot, motif pelaku adalah ikut-ikutan.

Gatot menyesalkan apa yang telah dilakukan UF sehingga membuat orang lain terprovokasi. Pasalnya saat ini kasus Covid-19 di Indonesia khususnya di Jatim sedang meningkat.

“Di daerah Madura, khususnya di Bangkalan meningkat. Pemprov Jatim dan Polda melakukan upaya antara lain melakukan penyekatan untuk menekan penyebaran. Namun, di tengah upaya melakukan pencegahan masih ada masyarakat yang menyebarkan yang menimbulkan gejolak,” katanya.

Wadirreskrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Effendy menjelaskan modus yang dipakai UF adalah melakukan ajakan di media sosial kepada masyarakat di wilayah Madura untuk melakukan aksi di penyekatan Suramadu. “Pelaku mengaku memposting tersebut karena marak terjadi penyekatan. Dia memposting supaya yang membaca postingan ikut bergabung bersama dia,” kata Zulham.

Zulham menambahkan pelaku UF mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. “Yang jelas kami mengimbau kepada masyarakat tidak mengindahkan berita yang provokatif. Kami khususnya dari teman-teman Ditreskrimsus tetap akan melakukan patroli,” katanya.

Dari penangkapan ini polisi mengamankan barang bukti beberapa postingan yang dilakukan UF dan satu buat unit ponsel. Atas perbuatannya, UF dijerat pasal 45 A ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 19 Tahun 2016 dengan ncaman 6 tahun penjara. (afr/n)

Anda mungkin juga berminat